Monday, June 13, 2011

Siapakah yang dimaksudkan Allah dengan “Shiraathal-ladzina an’amta ‘alaihim”

Siapakah yang dimaksudkan Allah dengan “Shiraathal-ladzina an’amta ‘alaihim” (jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka)


Yang dimaksud “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka”, yang pertama secara pasti adalah para Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul atau lain-lain orang yang bukan Nabi atau Rasul, tetapi mempunyai pendapat atau kepercayaan yang sama dengan pendapat atau kepercayaan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu.

Di dalam kitab hadis Shahih Ibnu Hibban, diterangkan bahwa Rasulullah s.a.w. pernah ditanyakan tentang jumlahnya Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu. Rasulullah menjawab: 124000 Nabi-Nabi, di antaranya 313 atau 314 orang Rasul.

Di antara Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu ada 25 orang yang diceritakan Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. dalam al-Qur’an. Mereka itu ialah:- Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Luth, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, Syu’aib, Harun, Musa, Dawud, Sulai- man, Ayyub, ZulkifIi, Yunus, Ilyas, Ilyasa’ , Zakaria, yahya, Isa dan Muhammad saw.

Di antara 25 Rasul-Rasul tersebut, 5 orang mendapat julukan Ulul-Azmi, yaitu Muhammad saw., Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Nuh as.
Dan Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang paling utama, dan sebagai Nabi dan Rasul penutup. Tidak ada Nabi dan Rasul lagi sesudah Nabi Muhammad s.a.w. Serta syariat atau ajarannya meliputi ajaran seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul. Kitab Suci Al-Qur’an telah mengandung seluruh Kitab-Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. Firman Allah:-

“Tidaklah Muhammad itu bapa seorang dari laki-laki kamu. tetapi ia adalah Pesuruh Allah dan penutup segala Nabi.” (al-Ahzab: 40)

Kemudian, “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka”, sesudah Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi, yang paling mulia ialah para Sahabat Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu. Dan di antara para Sahabat Nabi-Nabi, maka Sahabat Nabi Muhammad s.a.w. yang paling banyak jumlahnya. Berpuluh-puluh ayat al-Q,uran dan Hadis Nabi memuji para Sahabat (maksudnya adalah sahabat baginda Nabi Muhammad saw), sehingga ijma’ pula para Ulama mengatakan bahwa seluruh Sahabat Rasulullah s.a.w. masuk Syurga, dan setiap orang Islam harus mensucikan mereka dan mencintai mereka.

Di antara sekalian Sahabat yang paling mulia sepuluh orang (termasyur dalam sejarah dengan istilah Agnatul Kiraam), yaitu sepuluh orang yang semasa hidup mereka, telah diberitahukan oleh Rasulullah s.a.w. bahawa mereka akan masuk Syurga”. Mereka itu ialah:

1. Abu Bakar as Sidiq ra,
Khalifah Pertama sesudah Rasulullah s.a.w. Keistimewaan beliau, ialah: Laki-laki pertama masuk Islam, tersebut di dalam al-Qur’an beliau sebagai.Sahabat Rasulullah s.a.w. (Surah at-Taubah 40), dan paling besar pengorbanannya untuk Islam dan lain-lain. Meninggal dalam umur 63 tahun.

2. Umar ibn Khatab ra,
Yairu Khalifah kedua sesudah Rasulullah s.a.w. Keistimewaan beliau banyak sekali. Pertama, sesudah beliau masuk Islam dalam umur 27 tahun, tahun kebenarn sesudah Nabi Muhammad s.a.w. menjadi Rasul. Dengan islamnya Umar ra, seluruh Malaikat menjadi gembira. Di zaman pemerintahan Umar, Islam berkembang seluas-luasnya ke timur dan ke barat. Kerajaan Persia dan Rumawi Timur dapat ditaklukkan dalam satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh.

Patut diketahui bahwa Rasulullah s.a.w., Abu Bakar ra dan Umar Ibnul Khattab ra dikuburkan berdekatan di bekas rumah Aisyah yang sekarang terletak di dalam Masjid Nabawi di Madinah. Setiap orang Islam lebih-lebih yang menunaikan ibadat haji, disunatkan ziarah ke Madinah.

3. Usman ibn ‘Affan ra,
Khalifah ketiga. Keistimewaan beliau banyak sekali, lebih-lebih mengenai pengumpulan tulisan-tulisan ayat al-Qur’an, kemudian menyusunnya menurut susunan yang telah ditetapkan oleh’Rasulullah s.a.w. sehingga menjadi Kitab Suci al-Qur’an sebagai yang kita dapati sekarang ini. Menurut Rasulullah s.a.w. bahwa seluruh Malaikat merasa malu kepada Usman karena ibadatnya. Beliau meninggal dalam umur 82 atau 88 tahun dan dikuburkan di Baqi’.

4. Ali ibn Abi Thalib ra,
Khalifah keempat. Keistimewaan beliau banyak sekali lebih-lebih tentang keberanian, siasat perang dan ilmu pengetahuan, setiap kata yang keluar dari mulut beliau mengandung maksud dan erti yang amat dalam. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun dikuburkan di Kufah (Irak).

5. Thalhah ibn Ubaidillah ra,
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq. Turut di seluruh medan perang selain perang Badar. Di dalam Perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah s.a.w. sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Beliau meninggal umur 64 tahun dalam Perang Jamal di zaman Khalifah Ali bin Abu Talib r.a. Dikuburkan di Basrah.

6. Az-Zubair ibnul ‘Awaam ra,
Masuk Islam umur 16 tahun dengan perantaraan Abu Bakar as- Siddiq, berhijrah 2 kali ke Habsyah, turut dalam seluruh medan perang. Meninggal umur 63 tahun dalam perang Jamal, dikuburkan di Basrah.

7. Sa’ad ibn Abu Waqqas ra,
Masuk Islam umur 17 tahun dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq, turut di seluruh medan perang. Pernah tertawan lalu ditebus oleh Rasulullah s.a.w. dengan 2 orang ibu bapanya sendiri, yaitu dalam perang Uhud. Meninggal dalam umur 70 atau 82 tahun, dikuburkan di Baqi’.

8. Said ibn Zaid ra,
Islam sejak kecilnya. Dan turut di seluruh medan perang selain perang Badar. Beliau bersama Thalhah pernah diperintahkan Rasulullah memata-matai gerakan musuh (Quraisy). Beliau meninggal dalam umur 70 tahun, dikuburkan di Baqi’.

9. Abdurrhahman ibn ‘Auf ra,
Islam sejak mudanya dengan perantaraan Abu Bakar as-Siddiq. Turut berhijrah ke Habasyah 2 kali, turut dalam seluruh medan perang bersama Rasulullah s.a.w. Meninggal umur 72 atau 75 tahun. Dikuburkan di Baqi’.

10. Abu Ubaidah Amir ibnul Jaraah ra
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habsyah yang kedua, turut dalarn semua medan perang bersama Rasulullah s.a.w. Meninggal tahun 18 H. di Jordan (Syam) karena terkena penyakit menular pest. Dikuburkan juga di Jordan yang sampai sekarang banyak diziarahi kaum Muslimin.

Sesudah Sahabat-Sahabat yang sepuluh orang di atas ini, maka yang paling mulia menurut ijma’ Ulama ialah para Sahabat yang turut perang Badar. Kemudian itu yang turut perang Uhud. Kemudian itu yang turut bersumpah di bawah pohon di Hudaibiah, yang termasyhur dengan Bai’atur Ridhwaan (Sumpah Ridhwan) yang tersebut di dalam al-Quran:

“Sesungguhnya Allah redha terhadap kaum Mu’minin tatkala mereka berjanji taat (bersumpah) kepadamu di bawah pohon itu, maka Dia (Allah) tahu apa-apa yang di hati mereka, lalu Dia turunkan ketenteraman atas mereka, dan Dia ganjari mereka dengan kemenangan yang dekat.” (al Fath:18)

Sesudah itu yang paling mulia ialah lain-lain Sahabat sampai Sahabat yang paling akhir meninggal dunia, yaitu Abu Thufail, berdasarkan Hadis Rasulullah s.a.w. :

“sebaik-haik manusia ialah yang hidup dalam qurunku.”

Yang dimaksud dengan qurunku dalam hadis tersebut, ialah masa sejak Rasulullah s.a.w. diangkat menjadi Rasul sampai meninggalnya Sahabat yang terakhir, yaitu Abu Thufail. Lama masa ini kurang lebih 120 tahun.

Sesudah meninggalnya seluruh sahabat, maka yang paling mulia ialah golongan Tabi’in yaitu setiap Muslim yang pernah hidup bersama para Sahabat. Dan para Ulama sedikit berlainan pendapat tentang lamanya masa Tabi’in ini, apakah dua qurun atau 3 qurun sesudah qurun hidupnya Rasulullah s.a.w. karena sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari Imraan bin Husain yang berkata: Aku lupa apakah 2 qurun atau 3 qurun sesudah qurun Rasulullah s.a.w.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hasan bin Jabir, Rasulullah s.a.w. pernah berkata:

Tidak akan disentuh api Neraka seorang muslim yang melihat saya atau melihat orang yang melihat saya.”

Dan manusia termulia dari golongan Tabi’in menurut sebuah Hadits Rasulullah s.a.w. ialah Said bin Musayyab dan Uwais al-Qarni. Dan sesudah golongan Tabi’in yang paling mulia ialah golongan pengikut Tabi’in, kemudian golongan pengikut dari pengikut Tabi’in sampai kira-kira tahun 220 H. Umumnya para Ulama berpendapat, bahwa golongan pengikut Tabi’in yang hidup sampai tahun 220 H.

 “Sebaik-baik zaman adalah di zamanku (sahabat), kemudian orang sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian orang sesudah mereka (atba’ tabi’in).” (Riwayat Bukhari).

Bagaimana dengan masa setelah sekarang ini

Adapun sesudah zaman tabi’it tabi’in, mulailah muncul perselisihan-perselisihan. Perbuatan-perbuatan yang melanggar ajaran islam semakin banyak. Muncul hadis-hadis maudhu. Muncul golongan-golongan sempalan, semisal mu’tazilah. Timbullah Imam-Imam dan Ulama-Ulama yang mengatakan al-Qur’an itu makhluk, dan lain sebagainya.

Akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 fahaman (i’tiqad/firqah). Dan telah menjadi fakta sejarah yang tidak dapat dirubah lagi dan sudah menjadi pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku agama terutama buku-buku Ushuluddin.

Dalam buku-buku Ushuluddin itu terdapat beberapa nama firqah, antara lain; Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah, Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni), dan lain-lain.

Jika pada masa sebelum baginda Nabi saw sampai dengan masa beliau, yang dimaksud  dengan “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka” telah disebut dengan jelas siapakah mereka. Itulah para Nabi-Nabi dan Rasul. Keutamaan mereka disebutkan di dalam al Qur’an. Kemudian di era baginda Nabi saw dan sedikit sesudahnya, itulah para sahabat. Siapakah mereka dan keteladanannya disebut-sebut dalam berbagai riwayat. Kemudian masa sesudah itu juga disebut keutamaannya, namun mulai tidak disebut siapa-siapa personnya. Namun umat islam masih dapat mengidentifikasi secara jelas karena masih bagusnya masa itu.

Kemudian di masa sesudah tabi’it tabi’in tidak disebut secara jelas siapakah mereka yang termasuk di dalam “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka”. Maka kita lebih sulit mengidentifikasi untuk masa-masa itu, apa lagi untuk masa kini.

Namun kita jangan berkecil hati. Allah dan Rasul-Nya telah menyertakan cirri-ciri yang kita dapat mengidentifikasikannya, dan kemudian mengikutinya. Bagaimanakah ciri-cirinya, semoga uraian berikut dapat membantu,

1. Ahlus sunnah wal jamaah. Inilah golongan yang masuk dalam “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka”. Inilah golongan yang mengikuti sunnah baginda Nabi saw dan para sahabatnya, terutama khulafaur rasyidin.

Sabda Rasulullah SAW :- Saya berpesan kepada kamu supaya sentiasa bertaqwa kepada Allah Azza wajalla serta mendengar dan taat sekalipun kepada seorang hamba yang memerinta kamu. Sesungguhnya orang-orang yang masih hidup di antara kamu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah Khalifah Ar-Rasyiddin Al-Mahdiyyin yang beroleh petunjuk dan gigitlah ia dengan gigi geraham kamu. Dan jauhilah kamu dari pekara-pekara yang diadakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bida’ah itu menyesatkan. ‘ (HR. Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

“Sesungguhnya Bani Israil pecah menjadi 72 golongan dan Ummatku akan pecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan, mereka bertanya; siapakah yang satu golongan itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab; mereka itu yang bersama aku dan sahabat-sahabatku”. (Tirmidzi)

“Dari shabat Auf r.a. berkata; Rasulullah bersabda; Demi yang jiwa saya di tangan-Nya, benar-benar akan pecah ummatku menjadi 73 golongan, satu masuk surga dan 72 golongan masuk neraka, ditanya siapa yang di surga Rasulullah? Beliau menjawab; golongan mayoritas (jama’ah). Dan yang dimaksud dengan golongan mayoritas mereka yang sesuai dengan sunnah para sahabat”. (Ibnu Majah)

“Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk surga dan yang lain masuk neraka”. Bertanya para sahabat, “siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ahlussunnah wal Jama’ah” (HR Thabrani)

Hadits yang mengandung erti dan maksud seperti terakhir ini juga terdapat dalam buku Al Milal wan Nihal karangan Syahrastani (wafat 1127M/548H)

2. Ahlussunnah wal jama’ah, menurut hadits Nabi saw dan fakta sejarah Islam adalah golongan terbesar (mayoritas) ummat Islam yang mengikuti sistem pemahaman Islam, baik dalam tauhid dan fiqih dengan mengutamakan dalil Al-Qur’an dan Hadits.

“Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul (untuk bersepakat) atas kesesatan. Maka apabila kalian mendapati perbedaan pendapat, hendaklah kalian mengikuti kelompok (ulama) yang terbesar (terbanyak)” (HR. Ibnu Majah)

“Sesungguhnya Umatku tidak akan bersepakat atas kesesatan. Sekiranya kamu lihat perselisihan, maka hendaklah kamu ambil “As-Sawad Al-‘Azam” [Ibnu Majah : 3940]

Dalam menafsirkan maksud “sawad a’zam”, Kitab As-Sindi menyatakan, Maksudnya; Jemaah yang ramai". Kerana, kesepakatan mereka lebih hampir kepada ijmak. Imam As-Sayuti dalam menafsirkan sawad Azam; Maksudnya;Ia adalah himpunan manusia dan kebanyakkan yang mereka bersepakat atas melalui jalan yang betul. Hadis itu menunjukkan bahawa selayaknya beramal dengan perkataan majoritas” [Hasyiah As-Sindi : 3940]

Daripada Ibnu Umar r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan menghimpunkan umatku (atau sabda baginda) umat Muhammad s.a.w. di atas kesesatan. Tangan Allah bersama jamaah dan sesiapa yang berseorangan (tidak mengikut jamaah) dia akan berseorangan ke neraka”. (Tirmidzi)

Sesungguhnya akan ada setelahku kejelekan dan kerusakan. Maka barang siapa yang melihat orang yang memisahkan diri dari jama’ah (mayoritas umat Islam) atau ingin memecah urusan (agama) umat Muhammad Saw. yang secara nyata terjadi, maka perangilah. Sesungguhnya rahmat Allah atas jama’ah. Sesungguhnya syetan berlari bersama orang yang memisahkan diri dari jama’ah” (HR. An-Nasa’i).

Karena itu, bukalah wawasan. bukalah pikiran. Pelajari pendapat para ulama dari berbagai belahan dunia. Semak ulama- ulama dari zaman ke zaman. Bukan hanya dari kelompok anda, kampung anda, dan di era masa kini saja.

3. Ahlus sunnah waljamaah adalah pengikut para ulama.

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bahagian yang banyak.” (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud)

“Sebaik-baik zaman adalah di zamanku (sahabat), kemudian orang sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian orang sesudah mereka (atba’ tabi’in).” (Riwayat Bukhari).

Demikianlah, baginda Nabi Muhammad saw mewariskan wahyu Allah dan sunnahnya kepada para sahabat. Para sahabat mewariskannya ke tabi’in. Tabi’in ke para muridnya tabi’it tabi’in. Kemudian para ulama tabi’it tabi’in mewariskannya ke generasi berikutnya. Ulama generasi ini mewariskannya ke ulama generasi berikutnya. Demikianlah seterusnya sampai saat ini.

Maka tentunya ulama yang patut diikuti adalah ulama yang mewarisi ulama sebelumnya, dari ulama sebelumnya lagi, dari sebelumnya lagi, dan akhirnya berhulu kepada baginda Nabi Muhammad saw.

Zaman terbaik adalah zaman Nabi saw, kemudian sesudahnya (sahabat), kemudian sesudahnya (tabi’in), dan sesudahnya (tabi’it tabi’in). Mutu kualitas umat islam akan turun dari zaman ke zaman. Penurunan itu menurut hemat kami adalah secara gradual, perlahan-lahan dari zaman-ke zaman. Demikianlah sampai menjelang hari kiamat nanti disebutkan,

Rasulullah  bersabda; “Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, shalat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun dan yang tersisa adalah Moyang-moyang yang mengatakan, '‘kami melihat orang tua kami mengatakan la ilaaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka kami pun mengatakannya.”

Al-Hakim dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah mengemukakan, hadits di atas shahih, sesuai syarat Imam Muslim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Imam Al-Bushairi menambahkan, sanadnya shahih dan perawinya terpercaya.

Berkurangnya kualiti umat adalah akibat semakin sedikitnya ulama dibandingkan dengan jumlah umat. Selain itu, keterbatasan sang murid yang kelak menjadi ulama sehingga tidak menyerap seluruh warisan baginda Nabi saw yang dibawa gurunya. Bersabda baginda Nabi saw,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang jahil. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain)”

Berkurangnya keberadaan orang-orang sholeh di tengah kehidupan masyarakat, bertambah sedikit jumlah orang yang mempelajari kitab Al-Quran dan terus menurunnya penyebaran Islam menjadi pertanda akan segera berakhirnya umur dunia.

Walaupun demikian, jalan ahlus sunnah wal jamaah adalah jalan para pengikut ulama, walaupun semakin sedikit jumlahnya. Jalannya kaum yang mewarisi ilmu ulama. Itulah orang-orang yang mengikuti dan mengambil jalan baginda Nabi saw melalui para pewaris Nabi. Bukan dari tulisan orientalis, bukan dari orang-orang yang tak jelas juntrungnya.

Karena itu, perhatikanlah, Kita tak hidup di zaman Nabi saw, maka berhati-hatilah, semak baik-baik dari mana anda mengambil ilmu agama ini.

Dan kita tak perlu berkecil hati, karena Allah akan selalu memberikan kasih sayang-Nya dengan tetap mempertahankan orang-orang sholeh sebagai panutan umat sepanjang zaman. Akan tetap ada ulama panutan umat,

“Akan ada segolongan ummatku yang tetap atas kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu” (HR Bukhari)

Dua hadits berikut patut diperhatikan,

‘Sesungguhnya aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan tersesat sepeninggalanku, yang mana yang satunya lebih besar dari yang lainnya, yaitu Kitab Allah, yang merupakan tali penghubung antara langit dan bumi, dan ‘itrah Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan pernah berpisah sehingga datang menemuiku di telaga. Maka perhatikanlah bagaimana kamu memperlakukan keduanya’ [At Tirmidzi]

“Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Selama kalian tetap berpegang pada keduanya sepeninggalku, maka kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” [Muwatta Imam Malik, hlm. 899 Hadits no. 1395]

Tentu saja ulama tak terbatas pada hanya keturunan baginda Nabi saw saja. Banyak ulama dari kalangan biasa yang juga sangat alim, bahkan menjadi waliyullah. Namun, hadits di atas pantas menjadi renungan dan pertimbangan. Tentunya kedua hadits itu satu sama lain saling berkaitan. Al Qur’an tak akan terlepas dari sunnah, dan Ahlul bait yg patut dipanut adalah ahlul bait yg mengikuti sunnah, saya kira demikian yg lebih sempurna dalam menyatukan dua hadits tersebut. Dan Allah swt telah menetapkan adanya keturunan baginda Nabi saw yang mengawal ajaran ini sampai menjelang kiamat nanti,

Dari Aishah ra katanya, Rasulullah SAW telah bersabda : “Al-Mahdi itu seorang lelaki dari cucuku, ia akan berperang atas sunnahku seperti aku berperang atas wahyu”. Hadith riwayat Na’im bin Hammad

Dari Said bin Al-Musaiyab dari Ummu Salmah yang berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Al-Mahdi itu dari keturunanku dari anak cucu Fatimah”. Hadith riwayat Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i, At-Tabarani dan Al-Hakim


Peringatan

Di zaman akhir waspada lah terhadap  peringatan baginda Nabi saw ini. Mereka ini tampak seperti jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka. Namun mereka ini adalah laknat Allah atas mereka,

“Akan ada di lingkungan ummatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku” (HR Tarmidzi)

“Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (maksudnya firman-firman Allah SWT yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (HR Bukhari)

Said al Khudri menyatakan bahawa Rasulullah saw bersabda: ”Nanti akan muncul di antara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amal perbuatan mereka, mereka itu membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tindakan melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya ” (Sahih Bukhari/5058 ).

Ketika ada kelompok pengajian yang jamaahnya sedikit. Mereka mengkafir-kafirkan umat islam di luar kelompoknya. Mereka mensesat-sesatkan amal umat islam di luar kelompoknya. Mereka mengaku sebagai kelompok yang paling shahih. Maka ..waspadalah.. waspadalah .. waspadalah. Ini bukan kelompok yang menempuh “jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka”. Bahkan baginda Nabi saw sudah memberi peringatan tentang mereka ini.

wallahu a’lam.
Dari berbagai sumber.

Kuliah Subuh - Ustaz Long bin Kechik

Petikan kuliah subuh ahad (5hb Jun 2011) lepas oleh Ustaz Long bin Kechik.
"seteguk air yang diminum oleh suami yang dibuat oleh isteri dengan ikhlas bersamaan dengan pahala mengerjakan umrah dan haji yang mabrur".
Faisal Riza

IMBASAN - Sukan Badminton dan Futsal

Assalammualaikum,
Pagi tadi dah selesai pertandingan badminton peringkat umur remaja bawah 10, 12 dan 15 tahun (lelaki)
Terima kasih kepada Timbalan Pengerusi 7palang3 kerana sudi menyampaikan hadiah kepada semua pemenang. Tahniah semua

Pemenang bawah 10
Mohd Arip Firdaus.
Pemenang bawah 12 tahun
Irsyad Syahmi Adnan.
Pemenang bawah 15 tahun
Mohd Ariq Rahim
Faisal Riza
Biro Kecerian

Bengkel Penyediaan Surat/Dokumen Wasiat dan Hibah

Assalammualaikum  rakan2 yang beragama Islam semua,

Persatuan penduduk melalui sekretariat Timbalan Pengerusi bercadang  untuk mengadakan bengkel berkenaan dalam masa terdekat. Fasilitator yang akan dijemput ialah Ustaz Hj Ghazali Ibrahim.
Kos penyertaan adalah RM350 sahaja. Kos ini adalah termasuk kos minum dan yang paling penting ialah kos menyediakan dokumen sehingga peserta  mendapat satu dokumen yang legal wasiat dan hibah oleh Ustaz Hj Ghazali sendiri.
Dijangkakan bengkel ini akan berlangsung selama  separuh hari sahaja. Tarikh bengkel belum diputuskan oleh Ustaz.
Saya ingin mendapat maklumbalas dulu. Kalau cukup dalam 15 peserta kita boleh teruskan.

“'Merancang sebelum terlambat”

poknik

KEJOHANAN FUTSAL TERTUTUP 7PALANG3 - Peringkat Umur

Assalammualaikum,
Alhamdulliah, kejohanan futsal tertutup tujuhpalangtiga peringkat umur (tak boleh sebut remaja) telah berjalan dengan lancar pada pagi Sabtu (11 Jun 2011) yang lepas. Terima kasih kepada sahabat yang hadir dan turut membantu dan juga kawan yang tak hadir pun terima kasih juga. Terima kasih juga kepada Tuan Setiausaha yang sudi menyampaikan hadiah kepada pemenang.

Berikut adalah kedudukan pemenang bagi setiap kategori:-

Bawah 10 tahun
Johan : Boikot Chelsea FC (tujuhpalangtiga)
N. Johan : Wira FC 'A'
Ketiga : Wira FC 'B'

Bawah 12 tahun
Johan : Tok Janggut FC (tujuhpalangtiga)
N. Johan : Wira FC

Bawah 15 tahun
Johan : Wira FC
N. Johan : Strike 7 FC (tujuhpalangtiga)
Ketiga : Uknown FC (tujuhpalangtiga)
Keempat : Wild Tiger FC (Seksyen 8)

p/s Pasukan Bukit Mahkota tidak dapat hadir disebabkan oleh kesilapan mengenai tarikh pertandingan

Faisal Riza
Biro Keceriaan

Friday, June 10, 2011

TAKZIAH DARI KAMI - (TUJUHPALANGTIGA)


Dengan dukacitanya dimaklumkan bahawa Ayahanda, Bonda, Adinda & anakanda saudara kepada Isteri Encik HishammudinNo. 15, Jalan 7/3A telah kembali ke rahmatullah pada hari semalam Khamis 9 Jun 2011 bersamaan dengan 7 Rejab 1432H, di Kuala Kangsar, Perak.

Marilah kita sama-sama berdoa semoga roh Allahyarham dicucuri rahmat dan ditempatkan dikalangan orang-orang yang beriman.

Amin,

TAKZIAH DARI KAMI - (TUJUHPALANGTIGA)


Dengan dukacitanya dimaklumkan bahawa Bonda Mertua kepada Tuan Haji Fairuz, No. 103, Jalan 7/3A telah kembali ke rahmatullah pada hari semalam Khamis 9 Jun 2011 bersamaan dengan 7 Rejab 1432H, di rumah Beliau.

Marilah kita sama-sama berdoa semoga roh Allahyarham dicucuri rahmat dan ditempatkan dikalangan orang-orang yang beriman.

Amin,

Wassalam,

MAJLIS TAHLIL

Assalamualaikum wr wb.

Dengan hormatnya saya memanjangkan hajat keluarga Hj. Fairuz (103/ Jalan 3A) untuk mengadakan majlis tahlil arwah ibu mertuanya pada tarikh, masa, dan tempat seperti berikut :

Tarikh     :   10 Jun 2011 (Jumaat)
Masa      :   Selepas Solat Isya
Tempat   :   Surau D' Wakaf Seksyen 7/3

Tuan/puan semua dijemput hadir. Boleh hadir kuliah Ust. Rohaimi selepas Maghrib terus sampai Isya'.

Terima kasih

Hj Putra
Setiausaha Surau d'wakaf

Gotong Royong TujuhPalangTiga


Assalammualaikum,

Persatuan Penduduk 7/3 melalui biro keceriaan bercadang untuk mengadakan satu program aktiviti gotong-royong khas untuk memotong/menebang pokok-pokok liar yang tumbuh di persekitaran kejiranan kita dan jugamencantas dahan-dahan pokok sediada yang mengganggu penglihatan/perjalanan kenderaan pada 25 dan 26hb Jun 2011 (Sabtu dan Ahad) bermula jam 7.30 pagi.

Perlu diingat pokok-pokok yang ditanam oleh pihak pemaju TIDAK boleh sewenang-wenangnya kita tebang melainkan ianya betul-betul mengganggu persekitaran kejiranan kita.

Sehubungan dengan itu saya mohon jasa baik Tuan-tuan dan Puan-puan semua di kejiranan jalan 7/3 supaya memaklumkan kepada saya ataupun AJK Persatuan berkenaan pokok-pokok besar yang berdekatan dengan kediaman Tuan-tuan dan Puan-puan yang hendak/perlu ditebang/dicantas bagi memudahkan kami mengaturkan tugas semasa program tersebut.

Kerjasama Tuan-tuan dan Puan-puan semua amat saya dan kami pihak Persatuan hargai.

Faisal Riza
Biro Kecerian


PETANDINGAN FUTSAL TERTUTUP SEKSYEN 7 2011

PETANDINGAN FUTSAL TERTUTUP SEKSYEN 7 2011
(Peringkat Bawah Umur 10, 12 dan 15 tahun)

TARIKH : 11hb Jun 2011 (Sabtu)
TEMPAT : Gelanggang Serbaguna Tujuhpalangtiga
MASA : Bermula jam pagi


SYARAT-SYARAT PENYERTAAN:-
  1. Terbuka kepada pasukan dari kejiranan Seksyen 7 melalui Persatuan Penduduk atau Surau SAHAJA dibenarkan menyertainya.
  2. Setiap pasukan dikenakan bayaran sebanyak RM30.00
  3. Borang penyertaan yang telah lengkap diisi hendaklah dikembalikan kepada AJK Persatuan Penduduk Jalan 7/3 selewat-lewatnya pada jam 9:00 malam 9hb Jun 2011 (Khamis)

AJK PPJTPT – Faisal Riza bin Abdul Rahim – 012 3583551 atau Dahari Embong – 019 3262537

Tuesday, May 24, 2011

Mesyuarat AJK Surau D'Wakaf

Assalamualaikum warahmatullah..kepada semua AJk Surau D'Wakaf insyaAllah mesyuarat AJk akan diadakan seperti ketetapan berikut :-

Tarikh : 25 Mei 2011 (Rabu)
Masa : Selepas Solat Isya' (harap dapat makan malam awal)
Tempat : Bilik Mesyuarat Utama Surau
Agenda : Pembentangan Usul Khairat Kematian (Hj. Hasbullah)

Para Ustaz/ustazah yang berkelapangan turut dijemput hadir sebagai Jamaah Penasihat mudah-mudahan keputusan yang diambil adalah terbaik menurut syariatullah dan sunnatullah.

Saturday, May 21, 2011

KULIAH SUBUH - JEMPUTAN

InsyaAllah program kuliah subuh akan diadakan seperti ketetapan berikut :



TARIKH : 22 Mei 2011 (Ahad)

MASA : Lepas Solat Subuh -7.15 am

PENCERAMAH : USTAZ MD. NASRIN



Tuan/puan ahli kejiranan 7/3 dengan hormatnya dijemput hadir.


Sekian terima kasih.


SETIAUSAHA D'WAKAF
Putra Nurwan Shah

Friday, May 20, 2011

Tazkirah Malam Jumaat

Petikan tazkirah malam tadi.....
1. Yang paling dekat - Mati
2. Yang paling jauh - Masa/Pengalaman Lalu
3. Yang paling berat - Amanah
4. Yang paling ringan - Tinggalkan Solat
5. Yang paling besar - Nafsu
6. Yang paling tajam - Lidah Manusia

oleh:-  Faizal Riza

Aktiviti Dusun Kita

As-Salam,

Aktiviti di Dusun Kita pada 22.05.2011 (Ahad) bermula jam 7.30 pagi:-

1. Membersih/membaja pokok buah sediada.
2. Menanam pokok Labu dan Tembikai
3. Menanam pokok Bunga Raya di sepanjang pagar.
5. Menanam pokok pisang pelbagai jenis di antara pokok buah.
6. Demonstrasi pemeliharaan pokok oleh En. Ody.

Sehubungan dengan itu saya dengan rendah diri mohon jasa baik Tuan-tuan dan Puan-puan untuk sama-sama menyertai aktiviti ini.
Untuk makluman juga aktiviti seperti ini memerlukan bantuan seperti berikut:-
1. Tenaga
2. Sumber kewangan (untuk membeli baja)

Terima kasih.
Faizal Riza

KELAS BIMBINGAN MATEMATIK

Untuk makluman semua,
Kelas Bimbingan Matematik minggu ini akan berjalan seperti biasa bermula jam 9.00 pagi. Kelas akan bercuti sempena Cuti Persekolahan selama 3 minggu dan bersambung kembali pada 19.06.2011.

Terima Kasih,
Faizal Riza

HIMPUNAN AYAT-AYAT Al-QURAN & HADIS TENTANG PERKAHWINAN

01. Rasulullah SAW pernah mengingatkan sesiapa yang berkemampuan tetapi enggan untuk berkahwin melalui sabdanya, "Kamu berkata begitu, ingatlah demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan yang paling taqwa kepada-Nya, tetapi aku berpuasa dan kadangkala tidak berpuasa; aku sembahyang dan aku tidur; dan juga kahwin dengan perempuan. Barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, dia bukanlah pengikutku".

02. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Kahwinilah wanita itu kerana empat perkara, kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikan dan kerana agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, engkau akan selamat".

03. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Sebaik-baik wanita itu ialah apabila kamu memandangnya kamu akan senang hati (gembira), apabila kamu perintah, ia patuh kepadamu, apabila kamu pergi, ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu."

04. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, Sejahat-jahat jamuan ialah jamuan walimah (perkahwinan) yang mengundang orang-orang kaya dan meninggalkan orang-orang yang fakir. (riwayat Bukhari & Muslim)

05. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Wanita yang paling banyak mendapat kurnia ialah wanita yang murah mas kahwinnya, yang senang nikahnya dan baik budi pekertinya. Dan wanita yang jahat ialah wanita yang mahal mas kahwinnya, payah nikahnya dan yang buruk budi pekertinya.

06. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Beritahulah kepada orang ramai akan nikah ini dengan pukulan gendang dan rebana". (riwayat Ibnu Majjah)

07. Diharamkan atas kamu mengahwini ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan kamu, saudara-saudara perempuan bapa kamu, saudara-saudara perempuan ibu kamu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara lelaki kamu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan kamu. (An-Nissa: 23)

08. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Hak suami atas isterinya (tanggungjawab isteri terhadap suaminya), bahawa isteri tidak boleh meninggalkan hamparan (tilam) suaminya, hendaklah menerima dengan baik pemberian suaminya, hendaklah taat pada perintah suaminya, tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya, dan tidak boleh membawa (membenarkan) orang yang dibenci oleh suaminya masuk ke dalam rumahnya." (riwayat Al-Tabrani)

09. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Bila isteri itu mengerjakan sembahyang lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, memelihara kemaluannya dan mematuhi suruhan dan larangan suaminya, maka akan dimasukkan dia ke dalam syurga." (riwayat Abu Hurairah)

10. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Tiga perkara yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dianggap bersungguh-sungguh, dan yang dilakukan dengan gurauan (main-main) akan menjadi sungguh-sungguh iaitu nikah, talak dan rujuk.

11. "Maka kahwinilah perempuan-perempuan yang kamu sukai dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu tidak dapat berlaku adil diantara isteri-isteri kamu, maka hendaklah kamu berkahwin seorang sahaja." (An-Nisa: 3)

12. "Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. (Ar-Rum 21)

13. "Wanita-wanita yang keji diperuntukkan untuk lelaki yang keji. Dan lelaki yang keji diperuntukkan untuk wanita yang keji pula, dan wanita yang baik diperuntukkan bagi lelaki yang baik, dan lelaki yang baik diperuntukkan bagi waita yang baik pula." (An Nur: 26)

14. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, " Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik daripada kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak mempunyai budi pekerti." (riwayat Abu Asakir).

15. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Takutlah kepada Allah, di dalam memimpin isteri-isterimu, kerana sesungguhnya mereka adalah amanah yang ada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan agar isterinya mengerjakan solat, dan mengerjakan agama kepadanya, maka ia telah berkianat kepada Allah dan Rasul-Nya.

16. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah pernah ditanya apa yang dilakukan oleh Rasullulah SAW dalam rumahtangganya? Jawab Aisyah: Nabi SAW biasa membantu kepentingan keluarganya. Menyapu rumah, menjahit baju yang koyak, memperbaiki sepatu dan memerah susu kambing. Bila tiba waktu solat tiba baru baginda berhenti, kemudian menunaikan solat."

17. Terdapat beberapa cara untuk menggauli isteri secara baik antaranya tidak membuka rahsia isteri serta memperkatakannya di hadapan masyarakat umum. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Seburuk-buruk manusia disisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang lelaki yang menceritakan hubungan dengan isterinya dan isteri yang berhubungan dengan suaminya lalu menyebarluaskan rahsia mereka."

18. "Isteri-istei kamu adalah seperi kebun tempat kamu bercucuk tanam, maka datangilah kebun tempat kamu bercucuk tanam itu bagaimana sahaja yang kamu kehendaki." (Al Baqarah: 223)

19. Rasulullah SAW dalam hadisnya bermaksud, "Perbaikilah wanita, kerana sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Paling bengkoknya tulang rusuk itu adalah di bahagian atasnya. Jika meluruskannya terlalu keras., maka ia akan pecah. Dan jika dibiarkan, maka ia akan tetap bengkok. Maka perbaikilah wanita itu dengan cara yang baik.

20. "Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapanya, ibunya telah mengandungkannya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusukannya dalam masa dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu, hanya kepada -Ku-lah tempat kembalimu (Luqman:14)

sumber:- http://cahayakad.fotopages.com/?entry=1078834

 

KENDURI KAWIN

Salam dan Selamat sejahtera,

Merujuk kepada kad jemputan ini saya mempersilakan Datuk, Datin, Tuan, Puan ke majlis kenduri sambut menantu pada 4 Jun, 2011 (Sabtu) di Dewan Lembaga Lebuhraya Malaysia (LLM) KM 6, Jalan Serdang Kajang dari 12.00 t/hari ke jam 4.00 petang.  Dengan kehadiran dan ingatan doa restu para jemputan akan menyerikan lagi majlis kami.  Terima kasih


Kad jemputan ini hanya untuk memperkenalkan saya yang hantar kerana ramai ahli taman ini yang saya belum kenal dan mereka pun tak kenal saya. Kad akan dihantar juga kerumah ahli persatuan. Semoga majlis saya ini akan lebih meriah dengan kehadiran kengkawan dari 7/3.




Wednesday, May 18, 2011

BULAN SUKAN REMAJA 2011


BULAN SUKAN REMAJA TUJUHPALANGTIGA 2011
TARIKH : 28 – 29hb Mei 2011 (Sabtu dan Ahad)
TEMPAT : Gelanggang Serbaguna Tujuhpalangtiga
MASA : Bermula jam 7:30 pagi



Sunday, May 15, 2011

Doa Yang Tidak Diperkenankan.

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hai manusia! Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak menerima sesuatu melainkan yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul”

Firman-Nya :
“Wahai para rasul, Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Surah al-Mukminun : Ayat 51).

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu” (Surah al-Baqarah : Ayat 172).

Kemudian Nabi SAW menceritakan tentang seorang lelaki yang telah lama berjalan kerana jauhnya perjalanan yang ditempuhnya sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu menadah tangannya ke langit dan berdoa : “Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!”. Padahal makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan dia diasuh dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Berdoa itu tidak boleh dilakukan secara tidak berhati-hati dan sembarangan, tetapi perlu kepada adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Orang yang berdoa sambil lewa dan menganggap bahawa berdoa itu adalah suatu yang remeh adalah orang yang doanya jarang dikabulkan sehingga kemudian timbul prasangka buruk kepada Allah SWT.

Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Maka apabila seseorang itu selalu taat kepada Allah dalam dalam segala perkara dan sentiasa berada dalam kebenaran, insyaAllah segala apa yang dipohon akan dikabulkan Allah.

Kita hendaklah berdoa dengan penuh keyakinan, harapan dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, penuh khusyuk dan tahu akan hakikat yang diminta. Ini berdasarkan firman Allah yang bermaksud : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut..” (Surah al-A’raf : Ayat 55)

Rasulullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :
“Tiada seorangpun yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperolehi salah satu daripada tiga keadaan, iaitu dipercepatkan penerimaan doanya di dunia, disimpan (ditunda) untuknya sampai di akhirat atau diganti dengan mencegahnya daripada musibah (bencana) yang serupa”. (at-Tabrani)




sumber:- http://sinar.cikedis.com/maksud-bacaan-di-dalam-solat